Kakanwil Bacakan Doa Dalam Launching Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak Bebas Stunting di Kalteng

Pulang Pisau ExposKalteng.com Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimanatan Tengah H. Noor Fahmi didaulat membacakan doa pada  Deklarasi Desa ramah perempuan dan peduli anak bebas Stunting dan peringatan hari anak nasional tingkat provinsi Kalimantan Tengah tahun 2022 di lapangan desa Bukit Liti Kecamatan Kahayan Tengah ,Kabupaten Pulang Pisau.
Ketika pembacaan doa berlangsung, suasana tampak hening, hadirin tertunduk diam sembari mengaminkan bacaan doa yang disampaikan Kakanwil.

Dalam doanya,Kakanwil berharap semoga kegiatan  ini mampu memotivasi dan memastikan anak-anak indonesia tetap bisa tumbuh dengan tangguh  sesuai hak-hak dan perlindungan anak secara penuh dan utuh.
“Ya Allah,jadikan anak-anak kami anak indonesia beriman, berakhlak dan karakter  terpuji dan berprestasi, jujur dan  cerdas, sehat dan terampil, serta empati dan peduli senang berada dalam lingkungan  pendidikan yang berkualitas tinggi sehingga mudah dan tergugah memberikan sumbangsih dan kontribusi kepada bangsa dan negeri indonesia yang kami cintai,” Ucap  Kakanwil dalam  doa yang dibacakan.

“Ya Allah Ya karim, Muliakan kami dan anak-anak kami  dengan sifat dan sikap ramah-tamah, sopan-santun, kasih-sayang dan senang menyebarkan salam salim, sekaligus mampu mencegah  berbagai tindak kekerasan dan diskriminasi agar terwujud tata pergaulan  dan kehidupan yang aman dan damai, Serta mendapat ampunan dan ridha ilahi rabbi,” lanjut Kakanwil  dalam penggalan doa yang dibacakannya.

Sementara itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI I Gusti Ayu Bintang Puspayoga dalam sambutannya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya kegiatan pada hari ini, baik dari Pemprov. Kalteng, Pemkab. Pulang Pisau, serta pihak-pihak lainnya.
“Semoga, upaya kita pada hari ini dapat memberikan hasil yang baik dan berkelanjutan dalam pemenuhan hak dan perlindungan perempuan dan anak Indonesia,” tutur Menteri PPPA RI pada Kamis (22/9/2022).

Menteri PPPA RI juga mengungkapkan, berbagai permasalahan terus dialami oleh perempuan dan anak, salah satunya adalah stunting. Apalagi, dalam situasi sekarang ini yang masih dalam pandemi Covid-19, upaya percepatan penurunan stunting merupakan tantangan yang tidak mudah.

“Namun, jika kita bergerak bersama dan memperkuat sinergi dari tingkat pusat, daerah, hingga tingkat akar rumput, saya yakin, penyelesaian masalah stunting ini bukanlah hal yang mustahil,” imbuhnya.
Menteri PPPA RI berharap, desa-desa di Kalteng yang menjadi model DRPPA dapat benar-benar menjadi desa yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakatnya khususnya perempuan dan anak, mampu memenuhi hak dan melakukan perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi, serta menyediakan sarana dan prasarana publik yang ramah perempuan dan anak. Sehingga perempuan benar-benar dapat menjadi potensi desa dan anak dapat tumbuh dan berkembang secara maksimal menjadi SDM unggul berkualitas di Kalteng.

“Pada moment yang baik ini, kita juga memperingati HAN Prov. Kalteng Tahun 2022, tidak lupa Bunda mengucapkan Selamat HAN tahun 2022, kepada seluruh anak yang hadir hari ini. Perayaan ini bukanlah sekedar selebrasi, tetapi momen penting untuk mengingatkan bahwa kita semua, khususnya anak-anak, bisa berbuat sesuatu untuk bangsa ini, karena kalian semua adalah anak-anak hebat penerima tongkat marathon kepemimpinan bangsa. Jadi di tangan kalian-lah, bangsa Indonesia akan menjadi negara yang semakin maju nantinya,” tutupnya.

Kedatangan Menteri PPPA RI beserta rombongan disambut dengan Tarian Daerah (Tari Giring-Giring) dengan memakai baju Adat Dayak dengan acara Adat Pantan Timpung. Selain itu, ada Deklarasi Suara Anak oleh FAD Kalteng.

Menteri PPPA RI juga melaunching DRPPA Bebas Stunting ditandai dengan penabuhan Katambung oleh Menteri PPPA RI dan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo yang sebelumnya dilakukan Penandatanganan Naskah Komitmen bersama tentang Pengembangan DRPPA Bebas Stunting diawali dengan pembacaan komitmen serta Penandatanganan Nota Kesepakatan Sistem Peradilan Pidana Terpadu Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak (SPPT-PKKTPA).

Selanjutnya Menteri PPPA juga mengunjungi Taman Edukasi, untuk meninjau Dapur Sehat Atasi Stunting (DAHSAT), Hasil kerajinan dari UMKM Perempuan dan UMKM Perempuan Disabilitas, Posyandu balita, Layanan KB dan Kunjungan ke Tanaman Obat Keluarga (TOGA).

Hadir Ketua TP-PKK Prov. Kalteng sekaligus sebagai Bunda Forum Anak Daerah Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga PAUD Prov. Kalteng Nunu Andriani Edy Pratowo, Ketua DWP Prov. Kalteng Anitha Nuryakin, unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Ketua Forum Puspa Prov. Kalteng Lily Handayanie, Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng, Kepala Instansi Vertikal terkait, Bupati dan Walikota se-Kalteng, Camat dan Kepala Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), serta para tamu undangan lainnya.

Hadir Ketua TP-PKK Prov. Kalteng sekaligus sebagai Bunda Forum Anak Daerah Prov. Kalteng Ivo Sugianto Sabran, Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga PAUD Prov. Kalteng Nunu Andriani Edy Pratowo, Ketua DWP Prov. Kalteng Anitha Nuryakin, unsur Forkopimda Prov. Kalteng, Ketua Forum Puspa Prov. Kalteng Lily Handayanie, Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng, Kepala Instansi Vertikal terkait, Bupati dan Walikota se-Kalteng, Camat dan Kepala Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), serta para tamu undangan lainnya.
(Mul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button