Wakil Gubernur Kalteng ,DRPPA upaya mewujudkan pembangunan berkesetaraan

Pulang Pisau ExposKalteng.com Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo mengatakan, Program Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) merupakan upaya mewujudkan pembangunan yang inklusif maupun berkesetaraan bagi perempuan dan anak serta bebas stunting (kekerdilan).

“Pengembangan desa menuju DRPPA harus melibatkan seluruh pihak guna membangun desa yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan desa,” katanya di Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kamis.

Untuk mewujudkannya harus dilakukan secara terencana, menyeluruh, serta berkelanjutan sesuai visi pembangunan Indonesia, sehingga menjadi desa yang mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat khususnya bagi perempuan dan anak.

Dia menjelaskan, Program DRPPA juga erat kaitannya dengan Program Percepatan Penurunan Angka Stunting khususnya di Kalimantan Tengah. Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, prevalensi stunting di Indonesia mencapai 24,4 persen dan prevalensi di Kalimantan Tengah yaitu 27,4 persen.

“Target penurunan angka stunting di Kalimantan Tengah yaitu 15,38 persen, sedangkan target secara nasional yaitu 14 persen pada 2024,” jelasnya.

Edy mengatakan, berbagai strategi disiapkan serta dilaksanakan, seperti pemenuhan kebutuhan gizi sejak remaja, pengawalan calon pengantin, ibu hamil, maupun pasca persalinan.

Selanjutnya 1.000 hari pertama kehidupan serta pengembangan Program DRPPA ini yang menyediakan sarana prasarana publik yang ramah perempuan dan anak sehingga bebas dari stunting.

“Dalam hal ini pemerintah provinsi akan terus menguatkan sinergi bersama Kementerian PPPA serta Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional,” ucapnya.

Lebih lanjut dia menyampaikan pemerintah provinsi mengapresiasi tingginya kepedulian pemerintah pusat kepada masyarakat di Kalimantan Tengah, dengan terpilihnya empat desa sebagai model DRPPA.

Empat desa itu meliputi Bukit Liti Kecamatan Kahayan Tengah dan Desa Mekar Jaya Kecamatan Sabangau Kuala di Kabupaten Pulang Pisau, serta Seragam Jaya Kecamatan Seranau, dan Tumbang Bajanei Kecamatan Telaga Antang di Kabupaten Kotawaringin Timur.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengharapkan model DRPPA yang ada di Kalimantan Tengah diharapkan dapat direplikasi para bupati dan wali kota.

“DRPPA merupakan program yang menyentuh hingga ‘akar rumput’ yang dapat memberi manfaat langsung bagi perempuan dan anak,” jelasnya.
(ant/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button