Fraksi Demokrat DPRD Barito Utara Kehilangan Sosok Pemimpin, Ardianto: Beliau Ayah dan Guru Kami

EXPOSKALTENG. Muara Teweh – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Partai Demokrat Kalimantan Tengah (Kalteng) atas berpulangnya Ketua DPD Partai Demokrat Kalteng, H. Nadalsyah Koyem. Kepergian mantan Bupati Barito Utara dua periode tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kader, simpatisan, serta masyarakat Kabupaten Barito Utara.
Rasa kehilangan tersebut terlihat saat jajaran Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Barito Utara hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum di kompleks Islamic Center Muara Teweh, Rabu (7/10/2026).
Sejumlah anggota DPRD Barito Utara dari Fraksi Demokrat tampak hadir dalam prosesi pemakaman, di antaranya Ardianto, Jiham Nur, Patih Herman AB, Rujana Anggraini, serta Hj. Mery Rukaini yang merupakan kakak kandung almarhum.
Anggota DPRD Barito Utara, Ardianto, mengaku sangat kehilangan sosok Nadalsyah. Menurutnya, almarhum bukan hanya seorang ketua partai, tetapi juga merupakan sosok ayah, guru dan panutan bagi kader Partai Demokrat di Barito Utara.
“Kami seluruh kader dan Fraksi Partai Demokrat DPRD Barito Utara merasa sangat kehilangan. Beliau bukan sekadar ketua partai, tetapi bagi kami beliau adalah sosok ayah dan guru. Beliau selalu memberikan arahan dan menjadi panutan bagi kami,” ujar Anto panggilan akrabnya.
Ia mengenang Nadalsyah sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Barito Utara.
“Beliau sosok pemimpin yang merakyat, sangat dekat dengan masyarakat. Banyak hal yang beliau ajarkan kepada kami, terutama tentang bagaimana mengabdi dan memperjuangkan kepentingan masyarakat,” katanya.
Hal senada disampaikan Patih Herman AB. Ia mengatakan kepergian Nadalsyah merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi Partai Demokrat, tetapi juga bagi masyarakat Barito Utara yang selama ini mengenal almarhum sebagai pemimpin yang dekat dengan rakyat.
“Bagi kami, beliau adalah sosok yang sangat berarti. Banyak keteladanan yang beliau tinggalkan. Beliau selalu mengajarkan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan tidak membedakan siapa pun,” ujar Patih Herman AB.
Patih juga menyampaikan bahwa jasa dan pengabdian Nadalsyah selama memimpin Kabupaten Barito Utara akan terus dikenang.
“Beliau telah memberikan banyak kontribusi untuk Barito Utara. Apa yang sudah beliau lakukan untuk masyarakat akan menjadi bagian dari sejarah dan akan selalu kami kenang,” tuturnya.
Suasana haru menyelimuti kompleks Islamic Center Muara Teweh. Ribuan warga, tokoh masyarakat, kader partai dan pelayat dari berbagai kalangan memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Jenazah Nadalsyah tiba di Muara Teweh pada Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 19.45 WIB. Sebelumnya, jenazah diberangkatkan dari Jakarta melalui jalur udara menuju Banjarmasin, kemudian perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menuju Muara Teweh.
Prosesi pemakaman turut dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo, bersama sejumlah tokoh dan masyarakat yang ingin mengantarkan almarhum ke tempat peristirahatan terakhir. (Lie)







