Bupati Shalahuddin Terapkan Skema Proyek Multiyears 18 Bulan Guna Percepat Pembangunan di Barito Utara

EXPOSKALTENG. Muara Teweh – Guna mempercepat pembangunan proyek-proyek strategis di Barito Utara, Bupati H. Shalahuddin akan menerapkan skema proyek tahun jamak (multiyears) selama 18 bulan.
Hal itu dikemukakannya saat menyampaikan paparan terkait sejumlah proyek strategis dihadapan unsur pimpinan serta anggota DPRD Barito Utara, Kamis (30/4/2026) diruang rapat paripurna DPRD setempat. Rapat ini juga dihadiri Wakil Bupati, Sekda serta para Kepala OPD, Camat, Kades, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.p
Mantan Kadis PUPR Provinsi Kalimantan Tengah ini juga menekankan pentingnya ketersediaan anggaran yang terukur dan pengelolaan yang partisipatif.
“Dalam hitungan teknis, pemerintah mempercepat penyelesaian fisik konstruksi hanya dalam waktu 18 bulan, namun sistem pembayarannya diatur hingga empat tahun anggaran,” ungkapnya.
Strategi ini menurutnya sangat menguntungkan daerah karena mampu menghindari pembengkakan biaya akibat eskalasi harga yang biasanya muncul di bulan ke-13 masa kontrak.
“Dengan Efisiensi sebesar 10 hingga 16 persen dari nilai proyek, anggaran tersebut dapat dialokasikan untuk kepentingan masyarakat lainnya di tingkat kecamatan,” jelas Bupati Shalahuddin.
Secara teknis, proyek-proyek yang masuk dalam skema ini dinyatakan Eligible atau sangat layak dilaksanakan.
Dalam kesempatan tersebut, Ia juga meminta bagian keuangan untuk memaparkan estimasi kondisi fiskal daerah hingga lima tahun ke depan, guna memberikan kepastian bahwa seluruh kewajiban pembayaran dapat diselesaikan tepat waktu di penghujung tahun 2029.
“Sinkronisasi antara percepatan fisik dan pengaturan termin pembayaran ini diharapkan menjadi solusi cerdas di tengah keterbatasan anggaran, namun dengan kebutuhan pembangunan yang tinggi,” paparnya.
Agenda besar yang akan didanai melalui skema ini mencakup penyelesaian jembatan strategis dan pelebaran jalan protokol. Ia juga menegaskan komitmen melanjutkan kebijakan pembangunan jembatan dari masa kepemimpinan sebelumnya, dengan melakukan peningkatan kualitas, seperti mengubah desain jembatan pedestrian menjadi Jembatan permanen yang bisa dilalui mobil misalnya jembatan Lemo dan Tumpung Laung yang dulunya hanya untuk pejalan kaki saja, ini sejalan dengan visi misi pemerintah untuk menciptakan pemerataan pembangunan yang berkeadilan di seluruh wilayah Barito Utara.
H Shalahuddin menyampaikan bahwa setiap langkah yang diambil hari ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan. Dengan target Januari 2027 kegiatan fisik sudah mulai berjalan, pemerintah optimis Barito Utara akan tumbuh menjadi daerah yang memiliki daya saing tinggi.
“Kami bekerja dengan cermat dan efektif agar di masa depan, Barito Utara memiliki fondasi ekonomi yang kuat melalui infrastruktur yang memadai dan pelayanan publik yang unggul bagi seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya. (Lie)







