Dinkes Barito Utara Gelar Pelatihan Tim Ambulance Gawat Darurat

EXPOSKALTENG. Muara Teweh – Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tim Ambulance Gawat Darurat bagi tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan lingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kecamatan Teweh Tengah, Rabu (23/9/2026), merupakan upaya meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kegawatdaruratan, khususnya dalam pelayanan ambulans di fasilitas pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara, Simamoraturahman, melalui Sekretaris Dinas Kesehatan, Zero Sota Rosadi, menyampaikan bahwa pelayanan kegawatdaruratan merupakan salah satu bagian penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan.

Menurutnya, kondisi gawat darurat membutuhkan respons yang cepat, tepat, terkoordinasi dan sesuai dengan standar pelayanan. Keterlambatan dalam memberikan pertolongan dapat berdampak serius terhadap kondisi dan keselamatan pasien.

“Ambulans gawat darurat bukan hanya berfungsi sebagai alat transportasi pasien, tetapi juga merupakan bagian dari pelayanan medis yang harus mampu memberikan pertolongan dan mempertahankan kondisi pasien selama proses evakuasi maupun perjalanan menuju fasilitas pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, untuk mendukung pelayanan tersebut diperlukan tim ambulans gawat darurat yang memiliki kompetensi, keterampilan, kesiapsiagaan, kemampuan komunikasi serta kemampuan bekerja sama secara efektif dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.

Melalui pelatihan yang dilaksanakan pada 21 hingga 25 September 2026 tersebut, peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan penilaian awal pasien, memberikan pertolongan kegawatdaruratan, melakukan stabilisasi pasien, evakuasi secara aman, serta komunikasi dan koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan tujuan rujukan.

Selain kompetensi teknis, Zero menekankan pentingnya kekompakan tim. Setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang saling berkaitan sehingga kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat perlu terus dilatih.

“Harapan kami, setelah mengikuti pelatihan ini peserta tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan secara teori, tetapi mampu menerapkan kompetensi yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa keselamatan pasien harus menjadi salah satu prioritas utama dalam pelayanan kesehatan. Karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, termasuk dalam pelayanan kegawatdaruratan dan transportasi medis, perlu dilakukan secara berkelanjutan.(Lie)

Back to top button