Dinas Pendidikan Barito Utara Pantau Sekolah Terdampak Kabut Asap

ZOOM MEETING KOORDINASI SEKOLAH TERDAMPAK ASAP-Dinas Pendidikan Barito Utara mengikuti kegiatan zoom meeting terkait koordinasi sekolah yang terdampak kabut asap, di ruang kerja kepala Dinas Pendidikan, Sabtu (22/8/2026).

EXPOSKALTENG. Muara Teweh – Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara terus memperkuat koordinasi dan pemantauan terhadap kondisi satuan pendidikan yang terdampak kabut asap. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan keselamatan peserta didik sekaligus menjaga keberlangsungan layanan pendidikan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Muhammad Iman Topik, S.IP., M.Si., mengatakan hal tersebut usai mengikuti Zoom Meeting Koordinasi Sekolah Terdampak Asap bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yang berlangsung di ruang kerja Kepala Dinas Pendidikan, Sabtu (22/8/2026).

“Kami terus memantau kondisi sekolah dan berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta BPMP Provinsi Kalimantan Tengah. Langkah ini penting agar setiap perkembangan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Iman Topik.

Menurutnya, koordinasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan langkah antisipasi dan penanganan apabila kabut asap berdampak terhadap aktivitas pembelajaran di satuan pendidikan.

“Kita tentu mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik, guru, serta seluruh warga sekolah. Jika kondisi mengharuskan adanya penyesuaian kegiatan pembelajaran, tentu akan kita koordinasikan dan lakukan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.

Kegiatan koordinasi tersebut turut diikuti Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Utara, Dr. Sunarty S., S.Pd., M.Pd., serta jajaran kepala bidang di lingkungan Dinas Pendidikan. Koordinasi juga melibatkan Wanto dari BPMP Provinsi Kalimantan Tengah sebagai bagian dari sinergi bersama jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Iman Topik menegaskan, Dinas Pendidikan Barito Utara akan terus melakukan pemantauan dan membangun komunikasi dengan sekolah-sekolah untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.

“Kuncinya adalah sinergi. Kita bersama-sama memantau, mengambil langkah antisipasi, dan memastikan layanan pendidikan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan seluruh warga sekolah,” pungkasnya.(Lie)

Back to top button